Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

Test DRIFT!! enRoute JXR012 HT


Ini dia, varian terakhir dari seri JXR012, yaitu JXR012 HT. HT disini kependekan dari High Traction. Bisa dilihat, chassis yang dipakai berbeda total dari seri JXR012 yang merupakan chassis generasi pertama sejak enRoute JXR keluar. Praktis, JXR012 HT hanya mengganti lower deck dan upper deck menjadi versi High Traction yang lebih ramping di bagian lower deck (lebih ramping sampai hampir 1cm di tiap sisi) dan desain upper deck lebih simpel dan mengijinkan chassis flex untuk meningkatkan traksi di surface yang licin.

JXR012 HT masuk sebagai varian limited edition yang hanya disediakan dalam warna anodize merah. Kaki-kaki masih sama seperti JXR012.

Yup. Masih sama di kaki-kaki belakang. Aluminium damper juga masih sama, berwarna hitam. Spring juga sama seperti JXR012, sangat cocok dengan setup out-of-box dari enRoute Japan.

Susunan pulley masih sama, 37/16/21/30 menghasilkan rasio CS 1.6x dan dikombinasikan spur 92T 48P. Motor mount dengan anodize warna merah semakin memunculkan simbol JXR yang membuatnya terlihat gagah dan eksklusif.

Overall, karakter JXR012HT tetap lincah seperti JXR012 namun dengan traksi atau grip yang semakin meningkat, membuatnya lebih mudah handling dan lebih mudah mempertahankan angle drift sewaktu attack.

Senin, 08 April 2013

Test DRIFT!! enRoute JXR012S (V2-B)


Test DRIFT!! kali ini akan mengupas kit enRoute V2-B dengan kode JXR012.

What will you see...
Chassis : enRoute JXR012S (Silver-Black)
Motor : Team Power Plutonium 8.5T
ESC : Team Power XPS Sport 70A V1.2
Servo : Savox SC-1257TG
Battery : Team Power Shorty Pack 4400mah 60C
Spur : Xenon 92T 48P
Pinion : enRoute 23T 48P
Tyre : RAZE Factory F0
Wheel : MST 7 split-spoke (+5mm)
etc : YR 6mm Alumunium Wheel Hub

Let's DRIFT!!
C-hub baru untuk JXR012S, menggunakan material alumunium dan memiliki 8 derajat sudut caster untuk meningkatkan handling chassis.

JXR012S memberikan pulley alumunium pada front-one way sebagai kelengkapan standar.

Rasio counter-steer tetap sama, 1.6x dengan format 37/16/21/30.

Linkage servo ke steering crank dari bahan carbon fiber.

Steering angle masih tetap sama seperti JXR sebelumnya.

Universal joint yang disediakan semuanya bertipe wide angle dan panjang dogbonenya sama semua, jadi bisa ditukar depan dan belakang. Out of the box, universal joint ini belum diberikan grease dan thread lock di set screwnya. Ada baiknya beri perhatian pada universal joint dengan memberikan thread lock merah dan AW grease.

Penting sekali untuk mempersiapkan universal joint dengan thread lock dan AW grease mengingat dalam drifting, universal joint akan dipaksa membuka sampai patah. Pengerjaan final di JXR adalah pemberian shim (spacer) tambahan untuk mengganjal driveshaft dengan bearing dalam knuckle maupun wheel hub belakang hingga tidak kocak.

Seperti varian sebelumnya, pada JXR012 ini juga menggunakan pulley alumunium 30T.

Overall, karakter setup JXR012 mengarah ke handling yang kalem dan ada tendensi untuk understeer jika angle drift tidak terlalu besar saat memasuki tikungan patah dari kondisi jalan kencang.

Selasa, 01 Mei 2012

VDFlab. Diary. #1.

TA05 VDF, si "Itik Buruk Rupa".


TA05 VDF, kita persingkat jadi VDF, merupakan produk terbaru dari keluarga TA05 setelah TA05 V2, sekaligus sebagai pasukan baru di jajaran kit drift Tamiya Inc. Tamiya punya harapan tinggi terhadap VDF, dan ngga tanggung-tanggung, Tamiya memberikan tag name "High Performance Drift Kit". NAMUN, tag name tersebut tidak menunjukkan performanya sebagai kit drift yang berperforma tinggi. Kemunculan awal, cukup membuat gempar drifter diseluruh dunia, tak terkecuali fans setia Tamiya. Tak lama, kegemparan dunia mengenai VDF langsung surut perlahan-lahan. Dari yang dibanggakan, menjadi sesuatu yang dilupakan atau di olok2.


VDF pertama kali keluar berwarna biru. Ditambah dominasi chassis serat karbon 2mm yang lebar di bagian lower deck dan kembar sejajar di upper deck, seakan-akan jadi pembanding VDF dengan kit drift lainnya yang memiliki layout yang sama, yaitu Front Mid-Ship motor layout. Disinilah juga, VDF mendapat review negatif dari berbagai pihak hingga banyak pihak menciptakan konversi baru agar lower deck sedikit lebih fleksibel (lebih tipis lebarnya, dan lubang di chassis makin banyak) sedangkan upper deck di rubah total menjadi tidur untuk meningkatkan handling dan akselerasi dari VDF. Tujuannya? memperbaiki performa VDF agar lebih mudah digunakan (sekaligus mengolok-olok Tamiya).


Oke, berbicara soal review, VDF lebih banyak minusnya daripada positifnya (positifnya hanya ketersediaan spare part asli dan after market yang lebih dari cukup dan lebih murah). Kalo mau di runut sih...
1. Terlalu rigid = karakternya terlalu liar, sama sekali tidak bisa smooth (mitos?),
2. Distribusi berat masih condong ke belakang (ini yang bikin VDF jago di long drift),
3. Steering angle kurang besar untuk drifting dengan style counter-steering,
4. Bobot kosong kit cukup berat (ada perdebatan antara kit ringan dan berat),
5. Motor mount kurang mengakomodir pilihan pinion yang kecil,
6. Dengan konfigurasi CS, belt belakang bersentuhan dengan motor,
7. Tamiya tidak mengeluarkan option part berupa pilihan spring khusus untuk Drift yang membutuhkan spring yang lembut dan empuk,
8. Karakter switchback lambat, 
9. bla bla bla...(akan di cari terus kok kekurangannya)



Kamis, 06 Oktober 2011

VDFlab. Review. TA05 VDF.


Name: TA05 VDF GOLD (84188) / TA05 VDF (84132)
Maker: Tamiya Japan
Release: 12 Maret 2011 (GOLD) / 17 Juli 2010

Tamiya TA05 VDF GOLD Edition (84188)
-- -- --
Tamiya TA05 VDF (84132)
-- -- --

The most prestigius TA05's line-ups.
Muncul sebagai penyempurnaan dari flagship belt-driven chassis Tamiya, yaitu TA05. TA05 sendiri memiliki penerimaan yang baik di mata penghobi RC on-road, sebagai kit dengan kestabilan yang baik, kemudahan perawatan, dan ketersediaan spare part yang bagus. Tamiya sendiri juga melakukan R & D dengan intens dan berhasil menelurkan banyak varian TA05. Sayangnya, semua varian tersebut hanya sebatas TA05 sebagai kit touring. Akhirnya, banyak sekali pabrikan aftermarket sekelas Square, Streetjam, Eagle Racing, dan 3racing yang melakukan R & D sendiri yang ditujukan khusus untuk DRIFT.


VDF stands for Vertical Double Frame.
Upper deck ganda diatas baterai.
TA05 VDF sudah dibekali material serat karbon pada lower deck dan upper deck. Yang unik adalah, penggunaan upper deck ganda dengan posisi berdiri. Hal ini menurut Tamiya menambah rigiditas chassis yang dapat mempermudah melakukan drift.
Upper deck ganda diatas steering linkage.

Tamiya's first FMS drift chassis.
FMS atau Front Mid-Ship yang berarti penempatan motor di depan titik tengah chassis. Penempatan motor seperti ini menjadi tren pada saat munculnya TA05 VDF (Tamiya bukan yang pertama). Dan penempatan ini bukan tanpa arti, pada saat RC drift memasuki era Counter-Steer, semua kit drift yang mengusung layout ini mendapat penilaian positif dari seluruh RC drifter di dunia. Mengapa? karena layout ini mengubah titik berat menjadi lebih kedepan, mengubah karakter handling dan drift yang dihasilkan pun sangat cantik dan memiliki ciri khas drift layaknya drift mobil sesungguhnya. Anda masih memanfaatkan drift 50:50? Tidak masalah, karena dengan layout FMS, drift 50:50 juga jadi lebih mudah dan mengalami peningkatan dari segi karakter handling.
Layout TA05 VDF.
VS
Layout TA05 V2R.
Dari perbandingan dua gambar diatas, terlihat jelas sekali bahwa posisi motor VDF lebih kedepan daripada standar. 

VDF's Parallel Steering.
Tamiya tampaknya juga membaca pentingnya steering dengan sudut yang sama persis pada roda sebelah kanan dan kiri atau parallel steering. Parallel steering membuat kit drift menjadi lebih terkontrol atau stabil pada saat melakukan long drift. Namun patut disayangkan, steering angle pada VDF standar dirasa kurang besar untuk melawan kit drift FMS masa kini yang memiliki steering angle yang relatif besar. Sebagai perbandingan, standar VDF hanya mampu membuka sampai 45 derajat, sedangkan kit yang lain mampu membuka hingga 50 derajat lebih. Ada dua solusi, yang pertama, VDFholic dapat melakukan fabrikasi sendiri sistem steeringnya. Dari konstruksi VDF, kemampuan steering angle bisa sampai 55 derajat tergantung seberapa signifikan part opsional tersebut menambah steering angle. Solusi kedua adalah VDFholic dapat membeli konversi steering opsional dari pabrikan aftermarket seperti Square, Active, dan Eagle Racing. Berikut contoh komparasi steering VDF standar, steering VDF dengan konversi Eagle Racing, dan steering kit drift masa kini.

Steering VDF Standar Kit
VS
Kiri: WW 50* Standard. Kanan: VDF 50* 

Selain menambah estetika (GOLDIE bling-bling), upgrade steering ini juga memperbaiki karakter handling VDF menjadi lebih responsif daripada sebelumnya. Manuver straight-turn manji dengan angle besar juga dapat di ikuti dengan baik setelah memperbesar steering angle.


callmeyas's POV:

Kesulitan: Hard
Target driver: Setting junkies, bling-bling lovers

VDF, kit yang aneh karena tidak semua orang bisa mengendalikan VDF. Tingkat kesulitan juga cukup tinggi, terutama mencari setting yang tepat. Mengendalikan VDF tidak bisa instan, harus butuh waktu, dan driver  butuh kesabaran, latihan rutin, lebih banyak uji setting, karena setting di VDF terlalu kaku penerapannya. Kaku dalam artian, setting A, ya untuk A, tidak bisa untuk B, dan sebaliknya.

Kekurangan VDF adalah rigiditas chassis yang over, sulitnya mencari FDR yang tepat, respon roda depan terkesan lambat untuk switchback. Keterbatasan ini di akui oleh sluruh pengguna VDF di dunia, termasuk di Indonesia. 3 hal inilah yang membuat VDF kurang populer. Tapi overall, VDF kit yang bagus, sebuah maha karya dari Tamiya di kancah RC drift. Kekuatan Tamiya datang dari komunitas-komunitas penggemar Tamiya. Kekuatan Tamiya inilah yang jarang ditemui di pabrikan lainnya.

VDFlab rating.
Long sweeper - 9.5/10
Technical section - 6.5/10
Manji - 5/10
Setting - 9/10
Durability - 9/10  
Maintenance - 8/10